Selasa, 27 Januari 2015

Kunci Jawaban Tes Materi 3 PBB 10 TKBB


Kunci Jawaban
1. Yang dimaksud kadar air alami ialah perbandingan berat air yang terkandung secara alami pada agregat halus terhadap berat kering mutlaknya. Yang dinyatakan dalam %.
2. Jumlah benda uji minimal 4 benda uji. Masing-masing minimal 100 Gram.
3. Bagian-bagian timbangan elektrik :
1) Steke listrik
2) Tombol ”on” dan ”off”
3) Pengatur nivo balance
4) Pengatur ”naik/turun” piringan
5) Piringan penimbang
6) Lensa baca penimbangan
7) Tombol pengepas skala baca
4. Cara menggunakan timbangan elektrik :
1) Masukkan ”steker nomor 1” pada stop kontak.
2) Hidupkan tombol ”on nomor 2”.
3) Atur kedudukan alat timbangan agar balance dengan ”pengatur nivo nomor 3”.
4) Letakkan benda uji pada ”piringan nomor 5”. Lalu putar/naikkan ”tombol nomor 4”.
5) Baca ”skala nomor 6” dengan memutar ”tombol nomor 7” sehingga posisi pembacaan tepat.
5. Cara menggunakan oven :
1) Masukkan steker pada stop kontak.
2) Tekan tombol ”on”.
3) Atur suhu pengovenan dengan memutar tombol pengatur (105°C±5°C).
4) Atur juga tombol pengaman suhu supaya stabil misal (105°C±5°C).
5) Masukkan benda uji yang akan dioven.
6) Biarkan dalam oven sampai berat tetap (± 24 jam)
7) Keluarkan benda uji, masukkan dalam desicator, timbang benda uji.
6. Yang dimaksud dengan berat tetap ialah berat benda uji setelah dioven ± 24 jam sehingga air yang dikandung oleh benda uji telah hilang mutlak.
7. Suhu pengovenan untuk pemeriksaan kadar air alami agregat halus ialah (105°C±5°C) selama ± 24 jam.
8. Kadar Air Alami = { (A- B):B} x 100 %
= { (100-94,2):94,2} x 100 %
= 6,157 %

Kunci Jawaban Tes Materi 1 PBB 10 TKBB


Kunci Jawaban Tes Materi 1 PBB 10 TKBB
1. Agregat halus adalah bahan pengisi utama beton, maupun campuran adukan. Butiran agregat halus antara Ø 0,15 mm – Ø 4,8 mm.
2. Penggolongan agregat :
Ditinjau prosesnya :
v Agregat alami.
v Agregat buatan.
Ditinjau bentuknya :
v Bulat.
v Sebagian bulat.
v Pipih, memanjang.
v Bersudut.
Ditinjau ukurannya :
v Agregat kasar.
v Agregat halus.
v Agregat gabungan.
3. Crushed stone ialah batu pecah (agregat) yang diperoleh dari proses pemecahan batuan alam oleh mesin pemecah.
4. Persyaratan pemakaian agregat untuk beton adalah :
v Membuat campuran menjadi ekonomis.
v Memberikan kekuatan.
v Memberikan keawetan.
5. Syarat mutu agregat halus untuk beton menurut PUBI-1982 :
v Butirannya keras, bentuk mendekati bulat
v Besar butir antara Ø 0,15 mm – Ø 4,8 mm.
v Kadar lumpur maksimum 5 %.
v Angka kehalusan antara 2,2 – 3,2
v Tidak mengandung zat organik melebihi batas.

DETAIL PONDASI


PONDASI
MATA PELAJARAN : GAMBAR KONSTRUKSI 1
KELAS :11 TKBB

1.      Gambarkan detail Pondasi Dalam  lengkap dengan ukuran, keterangan gambar dan arsir gambar, bila diketahui data sebagai berikut :
a.      Kedalaman galian tanah = 100 cm dari MT.
b.      MT = - 0.30 dari duga lantai ± 0.00
c.       Lebar galian tanah  bawah = 100 cm
d.     Kemiringan galian tanah 1 : 5
e.      Tebal Pasir Urug dibawah Pasangan Batu Kosong = 10 cm
f.        Tebal Pasangan Batu Kosong = 15 cm
g.      Lebar pondasi bawah = 80 cm
h.      Lebar pondasi atas = 25 cm
i.        Balok Sloof = 15/20 cm
j.        Pasangan Bata Trasram setinggi 20 cm dari Balok Sloof
k.      Tebal dinding tembok bata = 15 cm
l.        Lantai Ubin/Keramik 30/30 setinggi ± 0.00
m.   Tebal Ubin/Keramik dan Adukannya = 5 cm
n.      Tebal Pasir Urug dibawah ubin/keramik = 10 cm
o.      Skala gambar tentukan sendiri (Ukuran Kertas Gambar A3)

DEFINISI/PENGERTIAN


DEFINISI/PENGERTIAN
1.  Titik Triangulasi.
Titik di atas tanah yang posisi geografisnya ditentukan secara survey geodesi.
2.  Titik Triangulasi Primer.
Titik di atas permukaan bumi yang posisi horisontalnya ditentukan  secara geodetic dengan ketelitian orde satu.
3.  Titik Triangulasi Sekunder.
Titik di atas permukaan bumi yang posisi horisontalnya ditentukan  secara geodetic dengan ketelitian orde dua.
4.  Titik Triangulasi Tersier
Titik di atas permukaan bumi yang posisi horisontalnya ditentukan  secara geodetic dengan ketelitian orde tiga.
5.  Kadaster.
Catatan public mengenai pemilikan tanah, luas tanah dan nilai tanah dalam suatu wilayah administrasi untuk tujuan kepastian hak atas tanah dan perpajakan/transaksi.

MENGGUNAKAN ALAT UKUR SEDERHANA UNTUK PENGUKURAN TANAH


MENGGUNAKAN ALAT UKUR SEDERHANA
UNTUK PENGUKURAN TANAH

1.   Alat Ukur Jarak    --- Mengukur Peta Situasi
2.  Alat Ukur Sudut   --- Menggambar Peta Situasi
 --- Menghitung Luas Tanah


CARA MENGUKUR LUAS TANAH
1.  Rangkaian Segitiga.
2.  Koordinat Siku2.
3.  Koordinat Polar