Jumat, 22 Juli 2011

Kegiatan Belajar 4 & Test PBB 10 TKBB 2011-2012

Kegiatan Belajar 4

Pemeriksaan Kadar Lumpur Agregat Halus

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran

Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, diharapkan anda dapat:

- Menjelaskan maksud pemeriksaan kadar lumpur.

- Menjelaskan macam-macam peralatan yang digunakan untuk pemeriksaan kadar lumpur.

- Menjelaskan cara menghitung kadar lumpur agregat halus.

- Menentukan kadar lumpur agregat halus.

b. Uraian Materi

1. Maksud.

Kadar lumpur merupakan fraksi-fraksi halus dalam agregat halus. Kadar lumpur ini harus dibatasi sesuai prosentase yang disyaratkan. Lumpur akan membentuk lapisan-lapisan tipis pada permukaan agregat halus sehingga akan mempengaruhi ikatan antara pasta dan agregat halus. Ikatan yang baik sangat diperlukan untuk menjamin kekuatan tekan serta keawetan beton. Kadar lumpur yang terdapat pada agregat halus dapat ditentukan dengan mencari kehilangan berat pasir kering oven setelah mengalami pencucian. Apabila kadar lumpur sampel agregat halus > 5%, maka agregat halus tersebut tidak boleh digunakan untuk campuran beton. (Atau harus dicuci dahulu).

2. Peralatan.

v Baki plastic ukuran 15 x 30 cm.

v Container

v Beaker kaparitas 500 ml.

v Kaca pengaduk.

v Cawan porselen.

v Oven pemanas.

v Desicator.

v Timbangan elektrik, ketelitian 0,1 gram.

v Sendok spesi.

v Alat tulis dan hitung

3. Benda Uji.

Contoh benda uji kering oven minimal 100 gram x 4.

4. Proses Pemeriksaan.

1) Ambil sampel dalam keadaan kering oven sebanyak minimal 100 gram.

2) Berat sampel ditimbang misal (A) gram.

3) Masukkan sampel kedalam gelas ukur, lalu tambahkan air sampai tinggi air kira-kira 12 cm diatas permukaan pasirnya.

4) Biarkan selama 1 jam.

5) Sampel diaduk selama kira-kira 15 detik.

6) Biarkan selama 1 menit.

7) Buang air dari gelas ukur setengahnya.

8) Ulangi pekerjaan ini terus menerus sampai dengan airnya jernih.

9) Setelah itu agregat halus dikeringkan dalam oven sampai berat tetap, misal (B) gram.

10) Ulangi pekerjaan sebanyak 3 sampel dan hasilnya dirata-ratakan. Apabila hasilnya > dari 5 % berarti pasir tidak memenuhi syarat digunakan untuk beton.

5. Perhitungan.

Kadar Lumpur = {(A-B):A} x 100 %

A : Berat sampel kering oven sebelum dicuci.

B : Berat sampel kering oven setelah dicuci.

6. Pelaporan.

1) Laporkan data hasil pemeriksaan benda uji sesuai dengan tabel yang disediakan.

2) Masukkan hasil pemeriksaan kedalam Formulir B

Catatan :

Apabila hasilnya > dari 5 % berarti pasir tidak memenuhi syarat digunakan untuk beton.

Rangkuman

Kadar lumpur yang terdapat pada agregat halus dapat ditentukan dengan mencari kehilangan berat pasir kering oven setelah mengalami pencucian. Apabila kadar lumpur sampel agregat halus > 5%, maka agregat halus tersebut tidak boleh digunakan untuk campuran beton. (Atau harus dicuci dahulu).

d. Tugas

1. Kerjakan pemeriksaan kadar lumpur agregat halus sesuai dengan lembar kegiatan diatas.

2. Catatlah data hasil pemeriksaan kadar lumpur agregat halus kedalam tabel dibawah ini

Tes Formatif

1. Apakah yang dimaksud dengan lumpur pada agregat halus ?

2. Berapakakah syarat kadar lumpur agregat halus ?

3. Sebutkan peralatan yang digunakan dalam pemeriksaan kadar lumpur agregar halus !

4. Berapa jumlah benda uji pemeriksaan kadar lumpur agregat halus ?

5. Tuliskan rumus untuk menghitung kadar lumpur agregat halus !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar