Jumat, 22 Juli 2011

Kegiatan Belajar 1 & Test PBB 10 TKBB 2011-2012

Kegiatan Belajar 1

Mendefinisikan Pengertian, Penggolongan dan Syarat Mutu Agregat Halus.

a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran

Setelah mempelajari kegiatan belajar 1, diharapkan Anda dapat:

- Menjelaskan pengertian agregat halus dengan benar

- Menggolongkan agregat halus berdasarkan : proses terjadinya, ukurannya, bentuknya.

- Mendeskripsikan syarat mutu agregat halus berdasar PUBI-1982

b. Uraian Materi

1. Pengertian Agregat.

Agregat adalah bahan pengisi utama dalam campuran beton maupun adukan. Agregat diambil dari alam berupa batuan-batuan ataupun butiran-butiran mineral lainnya. Batuan alam dapat berupa batuan magma/vulkanis, batuan endapan dan batuan metamorf. Tentu saja dipilih batuan yang memenuhi syarat tertentu sesuai dengan sifat beton yang akan dibuat, misalnya harus keras, kompak (padat), kekal (tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca) serta tidak mudah terpengaruh oleh perubahan keadaan sekelilingnya.

Batuan dan mineral alam yang ada dapat langsung dipakai sebagai agregat beton dan ada juga yang harus diolah sesuai dengan kebutuhan. Batuan dan mineral dapat diambil dari berbagai sumber misalnya dari gunung, sungai, danau pantai atau hasil penambangan. Agregat untuk beton terdiri dari agregat kasar (lolos dari ayakan 76 mm dan tertinggal pada ayakan 4,8 mm) dan agregat halus (lolos dari ayakan 4,8 mm dan tertinggal pada ayakan 0,15 mm)

2. Penggolongan Agregat

Secara umum penggolongan agregat akan tergantung dari aspek yang ditinjau. Dilihat dari proses terjadinya, agregat dibedakan antara agregat alam dan agregat buatan. Ditinjau dari ukurannya ada agregat kasar dan agregat halus dan agregat campuran (kombinasi halus dan kasar). Bila dilihat dari bentuknya ada agregat bulat, sebagaian bulat, pipih dan bersudut.

Ageregat alam berasal asli dari alam, yang langsung digunakan tanpa disertai oleh proses lanjutan; contohnya pasir alam dan kerikil. Adapula yang sebelum digunakan telah mengalami proses tertentu seperti pemecahan dari batuan alam menjadi batuan yang lebih kecil oleh mesin pemecah (crushed stone), misalnya pasir dan batu pecah.

Agregat buatan seringkali merupakan hasil dari tanur tinggi, biasanya berupa agregat ringan, agregat ini nantinya digunakan untuk membentuk beton ringan.

Mengingat bahwa agregat mengisi sebagian besar volume beton, maka pemilihan dan perbandingan agregat yang tepat dalam pembuatan perlu mendapat perhatian khusus guna mencapai mutu beton yang diinginkan. Susunan kimia, kandungan mineral dan sifat-sifat mekanis akan mempengaruhi perilaku dari beton yang sudah mengeras, sedangkan bentuk dan gradasinya akan menentukan sifat-sifat dari campuran beton segar serta biaya pembuatan.

Pemakaian agregat untuk beton harus memenuhi syarat-syarat umum yaitu :

v Memberikan campuran yang ekonomis.

v Memberikan kekuatan.

v Memberikan keawetan pada beton.

3. Syarat Mutu Agregat

Persyaratan mutu agregat beton berdasarkan PUBI-1982 :

Syarat Mutu Agregat Halus (Pasir Beton) :

1) Pasir beton adalah butirn-butiran mineral keras yang bentuknya mendekati bulat dan ukuran butirannya sebagian besar terletak antara 0,075 mm – 4,8 mm, dan bagian yang ukuranya lebih kecil dari 0,063 mm (kadar lumpur) tidak boleh lebih dari 5 %.

2) Pasir beton harus bersih. Bila diuji memakai larutan pencucui khusus, tinggi endapan pasir yang kelihatan dibandingkan dengan seluruh endapan tidak kurang dari 70 %.

3) Angka kehalusan (Fineness Modulus/FM) terletak antara 2,2 – 3,2. Bila diuji memakai rangkaian ayakan dengan mata ayakan keseluruhan berturut-turut : 0,15 – 0,3 – 0,6 – 1,2 – 2,4 – 4,8 – 9,6 mm dengan fraksi lewat ayakan 0,3 mm, minimal 15 % berat.

4) Pasir tidak boleh mengandung zat-zat organik yang dapat mengurangi mutu beton. Zat organik mempengaruhi daya ikat semen merendam. Contoh pasir dalam larutan natrium hidroksida (NaOH) 3 %, warna larutan diatas endapan tidak boleh lebih tua dari warna standar.

5) Kekerasan butiran pasir beton ditentukan dengan cara percobaan giling. Tingkatan kekerasannya dinyatakan dengan indeks, yaitu perbandingan bagian yang menembus ayakan 0,3 mm, antara pasir contoh dan pasir kwarsa (pasir bangka) diisyaratkan tidak lebih dari 2,20.

6) Sifat kekal pasir diuji dengan larutan jenuh garam sulfat sebagai berikut :

· Jika dipakai natrium sulfat (NaSO4), fraksi yang hancur tidak boleh lebih dari 12 % berat.

· Jika dipakai larutan magnesium sulfat (MgSO4), fraksi yang hancur tidak boleh lebih dari 10 % berat.

7) Untuk beton dengan tingkat keawetan yang tinggi, raksi pasir terhadap alkali harus negatip.

c. Rangkuman

v Agregat adalah bahan pengisi utama dalam campuran beton maupun adukan. Agregat untuk beton terdiri dari agregat halus dan agregat kasar.

v Penggolongan agregat menurut proses terjadinya : Agregat alam dan Agregat buatan. Menurut ukurannya : Agregat kasar, agregat halus dan agregat campuran. Menurut bentuknya : Agregat bulat, sebagian bulat, pipih dan bersudut.

v Syarat Mutu Agregat halus menurut PUBI-82 :

· Butirannya antara 0,075 – 4,8 mm

· Kadar lumpur maksimum 5%.

· Angka Kehalusan antara 2,2 – 3,2.

· Tidak mengandung zat organik melebihi standart.

· Kekerasannya memenuhi syarat.

d. Tugas

Surveylah agregat halus yang ada di kota anda. Ada berapa macam asal agregat halus diperoleh ? Apakah kekhususan agregat halus berdasarkan asal agregat halusnya ? Buatlah kesimpulan dari survey anda !

e. Tes Formatif

1. Apakah yang dimaksud dengan agregat halus !

2. Jelaskan penggolongan agregat bila ditinjau dari proses terjadinya agregat, bentuk dan ukurannya !

3. Apakah yang dimaksud dengan crushed stone ?

4. Jelaskan persyaratan pemakaian agregat untuk beton !

5. Jelaskan syarat mutu agregat halus untuk beton menurut PUBI-1982 !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar