Kamis, 10 September 2009

Aplikasi Semen Bagian II

A. Retak pada dinding
Kondisi retak pada dinding ada dua macam yakni retak struktur dan retak rambut :

1. Retak struktur :
• Retakan lebar
• Ukuran retakan > 1mm
• Terjadi akibat pergerakan tanah di bawah pondasi.
• Bila retakan > 2 mm, harus dilakukan perbaikan dengan merenovasi konstruksi fisik bangunan

2. Retak rambut :
• Retakan bercabang-cabang
• Ukuran retakan < align="left">• Terjadi akibat:
• Pekerjaan acian yang tidak sempurna misalnya aplikasi saat dinding dalam kondisi panas sehingga ikatan acian belum sempat menyatu dengan plesteran sudah kering terlebih dahulu
• Acian semen yang tipis dan belum kering kemudian dilapisi lagi dengan acian
• Cat yang digunakan tidak memiliki elastisitas yang baik.
• Pencegahannya lakukan penyiraman air sampai jenuh terlebih dahulu pada bidang-bidang yang akan diaci agar kondisi dinding lembab



B. Retak akibat penyusutan pada dinding

Retak ini disebabkan oleh :

1. Beton, plesteran dan acian yang dibuat terlalu banyak air sehingga pada saat pengeringan akan terjadi proses penyusutan.
2. Dalam jangka waktu lama batu bata mengalami pemuaian
3. Retak akibat muai susut seperti ini sering terjadi pada sambungan-sambungan yang lemah seperti sudut-sudut pada jendela.


C. Pergerakan pondasi atau dinding

Pergerakan struktur akan terjadi apabila :

1. Pondasi bangunan tidak stabil, seperti satu bagian menurun akibat dari bagian lain yang kondisinya tidak baik.
2. Karena pergerakan struktur ditandai dengan retak secara diagonal.

D. Retak akibat pergerakan struktur

Retak ini disebabkan oleh :
1. Bangunan tersebut menerima beban terlalu berat.
2. Batas toleransi berubahnya balok struktur adalah maksimum L/360 bentang yang banyak terjadi pada struktur.
3. Retak akibat balok struktur yang melengkung ditandai oleh retak horizontal sepanjang pasangan bata diantara bentang balok.
4. Pergerakan dinding dapat juga terjadi oleh akar pohon yang mengangkat pondasi bangunan tersebut atau terjadi penurunan pada tanah yang bersebelahan dengan bangunan tersebut.


E. Retak pada plester

Retak ini disebabkan antara lain oleh :

1. Pasir dengan kadar lumpur dan organik yang tinggi.
2. Terlalu banyak/sedikit semen
3. Terlalu banyak/sedikit air
4. Persiapan substrate yang buruk
5. Dinding terlalu kering
6. Aplikasi pada cuaca panas yang sangat terik dan tiupan angin kencang.




F. Retak pada pertemuan dinding

Retak ini disebabkan oleh :

Plesteran menutupi dua bidang yang berbeda, seperti misalnya pasangan bata dan permukaan beton.

Pencegahan :

1. Diantara kedua permukaan yang berbeda tersebut harus dibuat dilatasi.
2. Pada tempat yang dibuat dilatasi tersebut diisikan besi strip, fiber glass atau rubber sealent untuk memperkuat plester.
3. Daya rekat spesi pasangan bata pada sudut-sudut pertemuan dinding harus kuat karena pada tempat-tempat seperti ini rawan terjadi retak.


G. Retak akibat pemasangan conduit

Retak ini disebabkan oleh :

Chapping untuk menanam kabel (conduit).

Pencegahan :

1. Sebaiknya conduit dibuat paling tidak satu hari sebelum dinding diplester dan chapping dilakukan pada permukaan bata.
2. Pastikan pekerjaan conduit telah selesai sebelum memulai plesteran dinding pada kedua sisinya.




H. Retak akibat ketebalan plesteran

Retak ini disebabkan oleh :

Perbedaan ketebalan plesteran akan menyebabkan penyusutan dan pengeringan yang berbeda dan akibatnya akan terjadi retak pada plesteran yang paling tipis terutama pada sudut.

Pencegahan :

Plesteran dibuat dengan ketebalan yang sama pada semua bagian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar