Jumat, 11 September 2009

Scaffolding Bagian II

Scaffolding
Scaffolding digunakan sebagai alat bantu dalam pengerjaan proyek. Scaffolding sendiri terbuat dari pipa-pipa yang dibuat sedemikian rupa sehingga mempunyai kekuatan untuk menopang beban yang ada di atasnya.
Dalam pengerjaan suatu proyek, butuh atau tidaknya penggunaan scaffolding bisa tergantung kepada pemilik proyek. Karena adanya perbedaan biaya menggunakan kayu dan biaya penggunaan scaffolding.
Scaffolding digunakan sebagai pengganti kayu dalam membangun suatu proyek. Seperti diketahui bahwa pemerintah sedang mencanangkan go green untuk melestarikan hutan yang ada di Indonesia, sehingga hutan dapat menghasilkan banyak oksigen bagi kita semua. Mari beralih ke scaffolding untuk pembangunan kita.


Cara Pemasangan Scaffolding
Cara pemasangan scaffolding dari tingkat pertama ini bisa diterapkan untuk tingkatan selanjutnya yang ada di atasnya. Bila pemasangan lebih tinggi lagi, kami sarankan cara pemasangan scaffolding ini tidak dilakukan sendiri.
Pemasangan scaffolding beberapa tingkat ke atas sebaiknya dilakukan oleh 2-3 orang dengan menggunakan tali tambang sebagai pembantu menaikkan scaffolding ke tingkat atas. Utamakan keselamatan pada saat pemasangan scaffolding.
Cara pemasangan scaffolding yang benar untuk beberapa tingkatan ke atas adalah dengan menggunakan pipa penunjang scaffolding itu sendiri. Dan menggunakan pipa penunjang juga untuk mengikat scaffolding ke bangunan itu sendiri.



Bagian-bagia Scaffolding / SteigerScaffolding, antara lain:
1.Main Frame
2.Ladder Frame
3.Cross Brace
4.Joint Pin
5.Catwalk
6.Pipe Support
7.Tearot
8.Roller Coaster
9.Clamp
10.U-head&J-Base



Scaffolding terbuat dari bahan black steel pipe dengan ukuran 1 1/ 4" dan ketebalan 2mm. Satu unit Scaffolding merupakan suatu kesatuan ataupun dapat dipisahkan menjadi masing-masing bagian. Satu set scaffolding minimal berupa :
2 bh Main Frame, 2 bh Cross Brace, 4 bh Joint Pin.



Scaffolding - Sets



Komponen-komponen penyusunan:

1. Pelat besi pada bagian bawah susunan dengan meletakkannya secara horizontal.
2. Jack Base, digunakan sebagai dasar untuk menyesuaikan dan memperbaiki ketinggian diatas pelat besi.
3. Main Frame, memasukkan frame di atas jack base.
4. Cross Brace, untuk menguatkan posisi setiap main frame.
5. Joint Pin, dimasukkan pada bagian atas sebuah main frame untuk menyatukan dengan level ketinggian selanjutnya.
6. Horizontal / Catwalk, digunakan untuk menguatkan / mengencangkan untuk melengkapi lantai pertama susunan. Dapat dirancang sekitar 2 atau 4 space tinggi lantai sebagai alternatif penghematan.


Joint Pin



Joint Pin adalah pen(socket) penghubung antara Main Frame dengan Main Frame yang lain yang disusun diatasnya.



Horizontal Frame

Horizontal digunakan untuk memperkokoh kedudukan main frame yang telah disusun.





CATWALK

Catwalk dipasang diantara 2 bh mainframe yang digunakan untuk memudahkan tenaga kerja dapat berjalan diatas main frame.



U-HEAD & JACK BASE
U-HEAD digunakan untuk ditempatkan pada lubang atas Main Frame yang berfungsi sebagai penyangga balok, sementara J-BASE ditempatkan pada lubang bawah Main Frame yang berguna untuk mengatur ketinggian posisi dan mengatasi masalah ketidak rataan pada permukaan tanah pada proyek





Base Plate





Dipergunakan sebagai alat bantu roda untuk menyambung terhadap Scaffolding











Stair (Tangga)


Stair ( Tangga) digunakan untuk pengaman pada saat hendak naik pada ketinggian tertentu pada susunan scaffolding


(Sumber Global Jaya http://www.indonetwork.co.id/global_jaya)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar